Pemupukan Fanili menghasilkan peningkatan 300%

 

Distributor PT Natural Nusantara - Kesaksian dari Petani Fanili "Biasanya untuk 100 batang ini, saya panen 30-40 kg. Setelah pakai pakai Pupuk Produk NASA bisa mencapai 150 kg. Jumlah panili pertandan juga berlipat-lipat. Biasanya cuma 5-7 panili dalam 1 tandan, sekarang jadi 30 panili. Benar-benar sangat menguntungkan. Dan yang lebih membanggakan, buah panili nya masuk grade A", demikian penuturan Pak Soleh bangga. Pak Soleh, petani panili di Bolan,' Allan, Enrekang, Sulawesi Selatan ini telah membuktikan keampuhan produk Natural Nusantara (NASA) untuk 100 batang tanaman panilinya yang berusia 5 tahun. Awalnya ada sedikit keraguan pada Produk NASA, karena dinilai sebagai produk baru yang belum terbukti di daerahnya. Tapi karena didesak oleh salah seorang teman, akhirnya Pak Soleh mau juga mencoba.

Selama menggunakan Produk NASA, Pak Soleh telah menghabiskan 1 botol POP SUPERNASA, 10 botol POC NASA, 12 botol HORMONIK, 2 botol AERO-810,dan 1 botol PESTONA. Cara pemakaiannya dengan disemprotkan dan disiramkan. Untuk penyiraman memakai dosis 1 sdm POP SUPERNASA untuk 5 liter air. Sementara untuk penyemprotan Pak Soleh memakai dosis 30 cc POC NASA, 20 cc HORMONIK dan 5 cc AERO-810 untuk tangki 15 liter.

Selama memakai Produk NASA ini, Pak Soleh sudah mengalami 3 kali pemanenan. Satu hal yang luar biasa setelah memakai Produk NASA adalah peningkatan hasil panen yang dicapai. Biasanya hanya panen 30-40 kg saja, tapi setelah pakai Produk NASA menjadi 150 kg per-100 batang tanaman. Peningkatan mencapai 300%. Yang lebih membanggakan lagi, ketika sample di bawa ke Bali untuk dipasarkan, ternyata kualitas panili Pak Soleh mempunyai kualitas tinggi, masuk grade A.

Berdasarkan pengamatan Pak Soleh,keistimewaan lain setelah memakai Pupuk Produk NASA diantaranya adalah :
  • batang tambah besar
  • warna daun hijau mengkilat
  • buah jauh lebih panjang
  • jumlah panili dalam tandan bertambah.
Satu hal yang jauh lebih meyakinkan adalah panjang panili mencapai 23-25 cm dengan pertumbuhan yang seragam. Sebelumnya panjang hanya 15 cm dan tidak seragam. Hal ini tentu sangat menguntungkan ketika dijual ke pedagang. Belum lagi jumlah panili pertandan yang bisa meningkat lebih dari 400%. Biasanya jumlah panili per-tandan hanya 5-7, setelah pakai Produk NASA menjadi 30 per-tandan. Satu hal yang membuat heran, akar panili masih menempel erat di tanaman inang, meskipun panili sudah berbuah. Hal ini sangat berperan sekali terhadap pembesaran, pemanjangan dan meningkatkan bobot buah. Biasanya hal ini jarang terjadi, biasanya begitu buah keluar, akar akan lepas dari tanaman inangnya.

Jika ditinjau secara ekonomis, Pak Soleh mendapat keuntungan sbb :
Biaya pembelian Produk NASA Rp 600.000
Tambahan hasil :150 kg - 40 kg = 110 kg110 kg X Rp 300.000 ( harga panili ) = Rp 33.000.000
Total tambahan keuntungan Rp 33.000.000 - Rp 600.000 = Rp 32.400.000
Tambahan keuntungan sebesar itu tentu sangat besar artinya,mengingat biaya dan tenaga yang dikeluarkan sangatlah sedikit.

Budidaya Tanaman Kakao/Coklat


Distributor PT Natural Nusantara - Tanaman Kakao (Theobroma cacao) merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia yang cukup penting peranannya dalam perekonomian. Biji kakao yang dihasilkan dari budidaya Kakao ini dapat menghasilkan produk olahan yang yang sangat terkenal di masyarakat yaitu cokelat. Anda tahu kan apa itu cokelat? Semua orang pasti tahu. Nah, hal inilah yang mendorong minat para petani untuk menggeluti budidaya Kakao. Namun, apabila tanah sudah semakin keras, miskin unsur hara mikro dan hormon alami, faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim dan cuaca, serta cara budidaya lainnya tidak diperhatikan, maka produksinyapun akan semakin rendah dan tidak berkualitas.

PT. Natural Nusantara Yogyakarta dengan produk pupuk organik dan nutrisi tanamannya, berusaha membantu para petani Kakao agar bisa meningkatkan produktivitas Kakao agar dapat bersaing dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Teknik Budidaya Tanaman Kakao
1. Persiapan Lahan
Bersihkan alang-alang dan gulma lainnya
Gunakan tanaman penutup tanah (cover crop) terutama jenis polong-polongan seperti Peuraria javanica, Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides dan C. caeraleum untuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
Gunakan juga tanaman pelindung seperti Lamtoro, Gleresidae dan Albazia, tanaman ini ditanam setahun sebelum penanaman kakao dan pada tahun ketiga jumlah dikurangi hingga tinggal 1 pohon pelindung untuk 3 pohon kakao (1 : 3)
2. Pembibitan Kakao
Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang masak dan sehat dari tanaman yang telah cukup umur
Sebelum dikecambahkan benih harus dibersihkan lebih dulu daging buahnya dengan abu gosok
Karena biji kakao tidak punya masa istirahat (dormancy), maka harus segera dikecambahkan
Pengecambahan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm (tebal 0,8 cm) dan tempat pembibitan
Campurkan tanah dengan pupuk kandang (1 : 1), masukkan dalam polibag
Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk TSP / SP-36 ke dalam tiap-tiap polibag
Benih dapat digunakan untuk bibit jika 2-3 hari berkecambah lebih 50%
Jarak antar polibag 20 x 20 cm lebar barisan 100 cm
Tinggi naungan buatan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga sinar masuk tidak terlalu banyak
Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
Penyiangan gulma melihat keadaan areal pembibitan
Pemupukan dengan N P K ( 2 : 1 : 2 ) dosis sesuai dengan umur bibit, umur 1 bulan: 1 gr/bibit, 2 bulan; 2 gr/bibit, 3 bulan: 3 gr/bibit, 4 bulan: 4 gr/bibit. Pemupukan dengan cara ditugal
Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 – 1 tutup/pohon diencerkan dengan air secukupnya atau semprotkan dengan dosis 4 tutup/tangki setiap 2-4 minggu sekali
Penjarangan atap naungan mulai umur 3 bulan dihilangkan 50% sampai umur 4 bulan
Amati hama & penyakit pada pembibitan, antara lain ; rayap, kepik daun, ulat jengkal, ulat punggung putih, dan ulat api. Jika terserang hama tersebut semprot dengan PESTONA dosis 6-8 tutup/tangki atau Natural BVR dosis 30 gr/tangki. Jika ada serangan penyakit jamur Phytopthora dan Cortisium sebarkan Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang selama + 1 minggu pada masing-masing pohon
3. Penanaman Kakao
a. Pengajiran
Ajir dibuat dari bambu tinggi 80 – 100 cm
Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya
Untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga diperoleh jarak tanam yang sama
b. Lubang Tanam
Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
Berikan pupuk kandang yang dicampur dengan tanah (1:1) ditambah pupuk TSP 1-5 gram per lubang
c. Tanam Bibit
Pada saat bibit kakao ditanam pohon naungan harus sudah tumbuh baik dan naungan sementara sudah berumur 1 tahun
Penanaman kakao dengan system tumpang sari tidak perlu naungan, misalnya tumpang sari dengan pohon kelapa
Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai dengan jenisnya, untuk kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak umur 4-5 bulan
Penanaman saat hujan sudah cukup dan persiapan naungan harus sempurna. Saat pemindahan sebaiknya bibit kakao tidak tengah membentuk daun muda (flush)
4. Pemeliharaan Tanaman Kakao
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2-5 liter/pohon
Dibuat lubang pupuk disekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan dalam lubang pupuk kemudian ditutup kembali. Dosis pupuk lihat dalam tabel di bawah ini :

Tabel Pemupukan Tanaman Coklat

POC NASA akan lebih optimal juka dicampur dengan HORMONIK (1-2 tutup/15 ltr air)
Catatan: Akan lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

5. Pengendalian Hama & Penyakit
a. Ulat Kilan ( Hyposidea infixaria; Famili : Geometridae ), menyerang pada umur 2-4 bulan. Serangan berat mengakibatkan daun muda tinggal urat daunnya saja. Pengendalian dengan PESTONA dosis 5 – 10 cc / liter.

b. Ulat Jaran / Kuda ( Dasychira inclusa, Familia : Limanthriidae ), ada bulu-bulu gatal pada bagian dorsalnya menyerupai bentuk bulu (rambut) pada leher kuda, terdapat pada marke 4 dan 5 berwarna putih atau hitam, sedang ulatnya coklat atau coklat kehitam-hitaman. Pengendalian dengan musuh alami predator Apanteles mendosa dan Carcelia spp, semprot PESTONA.

c. Parasa lepida dan Ploneta diducta (Ulat Srengenge), serangan dilakukan silih berganti karena kedua species ini agak berbeda siklus hidup maupun cara meletakkan kokonnya, sehingga masa berkembangnya akan saling bergantian. Serangan tertinggi pada daun muda, kuncup yang merupakan pusat kehidupan dan bunga yang masih muda. Siklus hidup Ploneta diducta 1 bulan, Parasa lepida lebih panjang dari pada Ploneta diducta. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Kutu – kutuan ( Pseudococcus lilacinus ), kutu berwarna putih. Simbiosis dengan semut hitam. Gejala serangan : infeksi pada pangkal buah di tempat yang terlindung, selanjutnya perusakan ke bagian buah yang masih kecil, buah terhambat dan akhirnya mengering lalu mati. Pengendalian : tanaman terserang dipangkas lalu dibakar, dengan musuh alami predator; Scymus sp, Semut hitam, parasit Coccophagus pseudococci Natural BVR 30 gr/ 10 liter air atau PESTONA.

e. Helopeltis antonii, menusukkan ovipositor untuk meletakkan telurnya ke dalam buah yang masih muda, jika tidak ada buah muda hama menyerang tunas dan pucuk daun muda. Serangga dewasa berwarna hitam, sedang dadanya merah, bagian menyerupai tanduk tampak lurus. Ciri serangan, kulit buah ada bercak-bercak hitam dan kering, pertumbuhan buah terhambat, buah kaku dan sangat keras serta jelek bentuknya dan buah kecil kering lalu mati. Pengendalian dilakukan dengan PESTONA dosis 5-10 cc / lt (pada buah terserang), hari pertama semprot stadia imago, hari ke-7 dilakukan ulangan pada telurnya dan pada hari ke-17 dilakukan terhadap nimfa yang masih hidup, sehingga pengendalian benar-benar efektif, sanitasi lahan, pembuangan buah terserang.

f. Cacao Mot ( Ngengat Buah ), Acrocercops cranerella (Famili ; Lithocolletidae). Buah muda terserang hebat, warna kuning pucat, biji dalam buah tidak dapat mengembang dan lengket. Pengendalian : sanitasi lingkungan kebun, menyelubungi buah coklat dengan kantong plastik yang bagian bawahnya tetap terbuka (kondomisasi), pelepasan musuh alami semut hitam dan jamur antagonis Beauveria bassiana (BVR) dengan cara disemprotkan, semprot dengan PESTONA.

g. Penyakit Busuk Buah (Phytopthora palmivora), gejala serangan dari ujung buah atau pangkal buah nampak kecoklatan pada buah yang telah besar dan buah kecil akan langsung mati. Pengendalian : membuang buah terserang dan dibakar, pemangkasan teratur, semprot dengan Natural GLIO.

h. Jamur Upas ( Upasia salmonicolor ), menyerang batang dan cabang. Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang terserang dengan Natural GLIO + HORMONIK, pemangkasan teratur, serangan berlanjut dipotong lalu dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO-810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

6. Pemangkasan
Pemangkasan ditujukan pada pembentukan cabang yang seimbang dan pertumbuhan vegetatif yang baik. Pohon pelindung juga dilakukan pemangkasan agar percabangan dan daunnya tumbuh tinggi dan baik. Pemangkasan ada beberapa macam yaitu :
  • Pangkas Bentuk, dilakukan umur 1 tahun setelah muncul cabang primer (jorquet) atau sampai umur 2 tahun dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya simetris.
  • Pangkas Pemeliharaan, bertujuan mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air (wiwilan) pada batang pokok atau cabangnya.
  • Pangkas Produksi, bertujuan agar sinar dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga dapat terbentuk. Pangkas ini tergantung keadaan dan musim, sehingga ada pangkas berat pada musim hujan dan pangkas ringan pada musim kemarau.
  • Pangkas Restorasi, memotong bagian tanaman yang rusak dan memelihara tunas air atau dapat dilakukan dengan side budding.
7. Pemanenan Kakao
Saat petik persiapkan rorak-rorak dan koordinasi pemetikan. Pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak tetapi jangan terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Pemetikan sampai pangkal buah akan merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga terganggu dan jika hal ini dilakukan terus menerus, maka produksi buah akan menurun. Buah yang dipetik umur 5,5 – 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Buah yang telah dipetik dimasukkan dalam karung dan dikumpulkan dekat rorak. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan siang hari. Pemecahan buah dengan memukulkan pada batu hingga pecah. Kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung, sedang kulit dimasukkan dalam rorak yang tersedia.

8. Pengolahan Hasil
  • Fermentasi, tahap awal pengolahan biji kakao. Bertujuan mempermudah menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji dan mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak.
  • Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi dikeringkan agar tidak terserang jamur dengan sinar matahari langsung (7-9 hari) atau dengan kompor pemanas suhu 60-700C (60-100 jam). Kadar air yang baik kurang dari 6 %.
  • Sortasi, untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan. Syarat mutu biji kakao adalah tidak terfermentasi maksimal 3 %, kadar air maksimal 7%, serangan hama penyakit maksimal 3 % dan bebas kotoran.
Itulah beberapa hal penting dalam Teknik Budidaya Kakao dengan mengedepankan faktor K3 Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian lingkungan.

Tekhnik Budidaya JAGUNG dengan Pupuk NASA


Distributor PT Natural Nusantara - Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua setelah padi. Walaupun ketersediaan lahan budidaya jagung sangat luas, namun sampai saat ini kita masih harus mengimpor dari luar negeri karena produksi jagung di negara kita belum mencukupi. Dengan teknik budidaya jagung yang tepat akan menghasilkan produksi jagung yang tinggi. PT. Natural Nusantara Yogyakarta berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).

Syarat Pertumbuhan Tanaman Jagung
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air. Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C – 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl

Teknik Budidaya Tanaman Jagung Organik
A. Pemilihan Benih Jagung
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).

B. Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.
Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari NATURAL GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.

C. Pemupukan

Catatan : akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPER NASA dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
  • Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 m bedengan.
D. Teknik Penanaman Jagung
1). Penentuan Pola Tanaman Jagung
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
  • Tumpang sari ( intercropping ), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
  • Tumpang gilir ( Multiple Cropping ), dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
  • Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping ), pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
  • Tanaman Campuran ( Mixed Cropping ), penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
2). Lubang Tanam dan Cara Tanam Jagung
  • Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.
  • Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar.
  • Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40×100 cm (2 tanaman /lubang).
  • Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25×75 cm (1 tanaman/lubang).
E. Pengelolaan Tanaman
1. Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll. Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

3. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.

4. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

F. Hama dan Penyakit
1. Hama pada tanaman jagung
a. Lalat bibit (Atherigona exigua Stein)
Gejala: daun berubah warna menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3-3,5 mm.
Pengendalian:
(1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.
(2) tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan.
(3) Sanitasi kebun.
(4) semprot dengan PESTONA

b. Ulat Pemotong
Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis ipsilon; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera).
Pengendalian:
(1) Tanam serentak atau pergiliran tanaman;
(2) cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat di dalam tanah);
(3) Semprot PESTONA, VITURA atau VIREXI.

2. Penyakit pada tanaman jagung
a. Penyakit bulai (Downy mildew)
Penyebab: cendawan Peronosclerospora maydis dan P. javanica serta P. philippinensis, merajalela pada suhu udara 270 C ke atas serta keadaan udara lembab. Gejala: (1) umur 2-3 minggu daun runcing, kecil, kaku, pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) umur 3-5 minggu mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua.
Pengendalian:
(1) penanaman menjelang atau awal musim penghujan;
(2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas tahan;
(3) cabut tanaman terserang dan musnahkan;
(4) Preventif diawal tanam dengan NATURAL GLIO

b. Penyakit bercak daun (Leaf bligh)
Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning-kuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.
Pengendalian:
(1) pergiliran tanaman.
(2) mengatur kondisi lahan tidak lembab;
(3) Prenventif diawal dengan NATURAL GLIO

c. Penyakit karat (Rust)
Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
Pengendalian:
(1) mengatur kelembaban;
(2) menanam varietas tahan terhadap penyakit;
(3) sanitasi kebun;
(4) semprot dengan NATURAL GLIO.

d. Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut)
Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar.
Pengendalian:
(1) mengatur kelembaban;
(2) memotong bagian tanaman dan dibakar;
(3) benih yang akan ditanam dicampur NATURAL GLIO dan POC NASA .

e. Penyakit busuk tongkol dan busuk biji
Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang.
Pengendalian:
(1) menanam jagung varietas tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih;
(2) NATURAL GLIO di awal tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

G. Panen dan Pasca Panen
Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.

Cara Panen
  • Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
  • Pengupasan
  • Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
Pengeringan
  • Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
  • Pemipilan
  • Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
  • Penyortiran dan Penggolongan
  • Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.
Demikianlah beberapa pedoman teknik budidaya tanaman jagung secara organik dari PT Natural Nusantara Yogyakarta.

Proposal Bisnis Menjadi Agen Produk Natural Nusantara

PROPOSAL BISNIS
MENJADI AGEN/DISTRIBUTOR PUPUK ORGANIK NASA
PT NATURAL NUSANTARA

Bersama ini kami menawarkan kepada seluruh khalayak warga Indonesia di seluruh pelosok tanah air untuk menjadi Agen/Distributor Pupuk Organik NASA PT Natural Nusantara. Daftar produk dan daftar harga produk dapat dilihat di sini.
Sebagai agen/distributor Anda berhak :
  1. Mendapatkan potongan harga berupa selisih harga distibutor dengan harga konsumen. Besarannya berbeda untuk masing masing produk. Berkisar antara 15% - 20% dari harga konsumen. Potongan ini didapat langsung pada saat Agen belanja di stokist-stokist NASA.
  2. Mendapatkan potongan harga berdasarkan total penjualan Agen bersangkutan selama bulan bersangkutan yang besarnya ditentukan dan dapat dilihat di Marketing Plan.
  3. Mendapatkan hak potongan harga dari total omset penjualan semua Agen/distributor lain yang menjadi Agen/Distributor atas rekomendasinya dan atas rekomendasi agen yang direkomendasikannya sampai level tak terbatas yang besarnya ditentukan dan diatur di Marketing Plan.
Dengan pendekatan garis besar, bisa diilustrasikan sebagai berikut :

A adalah Agen Pupuk Organik NASA PT Natural Nusantara. Omset penjualan bulan Januari adalah : 50 Botol POC NASA dan 50 Botol Hormonik.

Potongan Harga 1 tidak dibahas disini. Yang dibahas adalah potongan harga 2. Besarnya potongan harga 2 ditentukan oleh besarnya BV masing masing produk dan besarannya berkisar antara 6% s.d. 22% dari BV masing masing produk. Semakin besar akumulasi omset dan dan prestasi yang diraih, semakin besar besar prosentasenya. Ambil saja angka tengah --sekitar 12%-- maka inilah potongan harga 2 yang didapat Agen A.

=> 12% x 50 botol x BV POC NASA + 12% x 50 Botol x BV Hormonik
=> 12% x 50 x 10.000 + 12% x 50 x 10.000
=> 60.000 + 60.000
=> 120.000

Yang menjadi luar biasa adalah ketika Agen A berhasil merekomendasi 4 orang yang sama dengan dirinya masing masing menjual 50 Botol POC NASA dan 50 Botol Hormonik. Maka Agen A akan mendapatkan 500 - 1.500 rupiah per botol --bisa lebih--- dari semua omset ke empat orang tersebut. Ambil angka tengah 1000 rupiah. Maka inilah potongan harga 3 yang diperoleh Agen A

=>100 botol x 4 orang x 1000 rupiah
=> 400.000 rupiah.

Apabila ke 4 orang tersebut juga merekomendasikan masing masing 4 orang yang sama dengan dirinya masing masing menjual 50 Botol POC NASA dan 50 Botol Hormonik. Maka dalam Grup Agen A ada 3 level Agen. Level 1 adalah Agen A. Level 2 ada 4 orang dan level 3 ada 16 orang. Dari total omset Agen level 3 ini Agen A masih tetap mendapatkan royalty sebesar 500 - 1500 untuk tiap botol tergantung aturan di Marketing Plan. Tetap saja ambil angka tengah. Maka inilah potongan harga 3 yang diperoleh Agen A.

=> 4 orang level2 x 100 botol x 1000 rupiah + 16 orang level3 x 100 botol x 1000 rupiah
=> 400.000 rupiah + 1.600.000 rupiah
=> 2.000.000 rupiah.

Apa bila orang level 3 tetap dapat merekomendasikan masing masing 4 orang yang sama dengan dirinya masing masing menjual 50 botol POC NASA dan 50 botol Hormonik, maka inilah potongan harga 3 yang diperoleh Agen A. Biasanya per botol royalty nya sudah 1500 lebih

=> 4 Agen level2 x 100 btl x Rp. 1.500 + 16 Agen level3 x 100 btl x Rp. 1500 + 64 Agen level4 x 100 btl x Rp. 1500
=> Rp. 600.000,- + Rp. 2.400.000 + Rp. 9.600.000
=> Rp. 12.600.000,-

Royalty/potongan harga ini terus diberikan selama grup Agen Anda menghasilkan omset penjualan adapun besar kecinya tergantung juga omset di grup Agen Anda.

Dan ini masih akan terus berlajut sampai level level berikutnya. Sekali lagi ini adalah angka pendekatan. Jadi bisa lebih bisa kurang

Jadilah Agen Pupuk Organik NASA sekarang juga dan rekomendasikan orang sebanyak banyaknya!

SAYA HANYA PETANI BAGAIMANA AGAR DAPAT MEMBELI PUPUK ORGANIK NASA
PT NATURAL NUSANTARA DENGAN HARGA MURAH?
Bagi Anda petani yang menginginkan harga murah, daftar sekarang juga sebagai Agen pasif. Dengan Anda menjadi Agen pasif Anda berhak atas selisih harga distributor dengan harga konsumen.
Daftarkan diri Anda sebagai Agen sekarang juga. Langkah yang Anda lakukan berikutnya bukan menjual dalam skala seorang Agen. Rekomendasikan orang orang yang Anda kenal untuk menjadi Agen pasif seperti Anda untuk mendapatkan harga murah. Apabila ada orang yang ingin menjadi Agen dalam arti sesungguhnya, menjual dalam skala yang tidak sedikit, bimbinglah untuk mendaftar atas rekomendasi Anda. Selanjutnya, hak hak Anda sama dengan Agen agen yang lain.

SAYA TIDAK PUNYA MODAL UNTUK JADI AGEN PUPUK ORGANIK PT NATURAL NUSANTARA
Bagi Anda yang tidak mempunyai modal untuk buka Agen, perlu diketahui bahwa justru Anda yang kami cari. Daftarkan diri Anda sebagai Agen sekarang juga. Langkah yang Anda lakukan berikutnya bukan menjual dalam skala seorang Agen. Jual saja sebulan minimal 5 pasang POC NASA dan Hormonik. Tetapi yang menjadi target Anda adalah merekomendasi Agen Agen baru di grup Agen Anda. Selanjutnya, hak hak Anda sama dengan Agen agen yang lain.

Semoga menjadi modal awal kita untuk ikut agen / distributor produk-produk PT Natural Nusantara
Hubungi kami H Ahmad Annor. HP: 0857 6480 8887 - 0878 3910 6976

Gerakan Menuju Indonesia Makmur Raya Berkeadilan Bersama PT Natural Nusantara

Distributor PT Natural Nusantara - Dibutuhkan satu kekuatan mimpi, satu VISI besar, satu tekad kuat, satu komitmen permanen untuk mengangkat dan memajukan dunia Agrokompleks di Indonesia agar dapat menjadi bidang andalan dalam upaya memakmurkan Indonesia sekaligus menghadapi persaingan Globalisasi.

Sebuah visi-misi besar: Mewujudkan Indonesia Makmur Raya Berkeadilan memerlukan dasar kuat sebagai pijakan untuk melangkah menggapainya di tengah Kondisi dunia abad 21 yang sudah mulai bahkan banyak berubah dengan munculnya globalisasi dunia yang mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi faktor yang layak untuk dicermati untuk bisa jadi “ancaman (sekaligus peluang)” untuk semua Negara.

Dalam era globalisasi ini jika bangsa dapat dianalogikan sebagai sebuah restoran yang harus bersaing dengan restoran lain, maka restoran tersebut harus mempunyai menu andalan untuk bisa bersaing dengan restoran lain walaupun menu lain yang bukan menu andalan tetap disajikan melengkapi menu yang dijadikan andalan. Demikian juga bangsa dalam era globalisasi tentunya harus mempunyai bidang yang bisa jadi andalan untuk bisa bersaing dengan bangsa lain dengan tetap membangun bidang lainnya. Indonesia harus bersyukur punya banyak potensi besar diantaranya adalah bidang High-Tech, Pertambangan, Pariwisata dan Agrokompleks (pertanian, peternakan, perikanan). Hanya kita harus pilih mana yang menjadi prioritas tanpa melupakan yang lain.

Di bidang High-Tech. Komputer misalnya. Bangsa ini baru bisa merakit komputer tetapi belum bisa membuat. Jangankan Pentium IV, Pentium I pun kita belum mampu memproduksi. Boleh jadi di lembah silikon mungkin pentium 5, 8, 10 atau bahkan lebih tinggal menunggu saat yang tepat untuk dilempar ke publik. Dunia penerbangan, walaupun Indonesia bisa memproduksi pesawat tetapi di luar sana orang sudah sampai ke bulan dengan pesawat ulang-aliknya. Dunia otomotif kita masih “memimpikan” punya perusahaan dan teknologi otomotif untuk bisa ikut ajang Formula 1 (F-1) sebagai salah satu indikator kemajuan dunia otomotif suatu bangsa.

Pertambangan bangsa ini potensinya luar biasa. Hanya saja masih banyak ketergantungan kepada asing dengan banyaknya perusahaan pertambangan dari luar yang secara tidak langsung menyiratkan bahwa Indonesia masih terkendala di bidang teknologi, management, permodalan dll di bidang pertambangan. Menggantungkan pada pertambangan secara jangka panjang akan beresiko juga karena merupakan sumberdaya alam yang tidak terbaharui sehingga akan habis suatu ketika.

Pariwisata, merupakan bidang yang luar biasa untuk dikembangkan. Tetapi effek tragedi Bom Bali, Wabah Penyakit SARS dll menunjukkan betapa rentan dunia pariwisata terkait dengan isu keamanan dan sosial. Secara jangka panjang sektor pariwisata juga harus memperhatikan aspek kesiapan mental dan moral bangsa jika tidak ingin terimbas dampak negatif yang dibawa pihak asing yang datang ke Indonesia.

Dengan demikian bidang High-Tech, pertambangan serta pariwisata akan sulit untuk jangka dekat mampu bersaing dengan bangsa lain

Alternatif pilihan paling masuk akal bagi negeri ini adalah bidang yang bisa menjadi andalan bagi Indonesia yaitu di bidang AGROKOMPLEKS dengan tanpa mengesampingkan bidang-bidang lain.

Negeri ini mempunyai luas lahan pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan, areal tangkapan perikanan laut yang sungguh sangat luas. Iklim di negeri ini cukup mendukung sepanjang tahun (tidak punya musim gugur/salju). Alam ini mempunyai keanekaragaman flora dan fauna yang dapat dikembangkan dari hulu (produksi) hingga hilir (pasca produksi), mempunyai sumber-sumber bahan baku berkait dengan sarana produksi Agrokompleks yang besar (pupuk, benih, pestisida alami pakan ternak dan ikan dll), ilmu atau teknologi yang sudah cukup tersedia. Dan negeri ini mempunyai tenaga kerja yang cukup melimpah karena mayoritas penduduk Indonesia masih bersinggungan dengan dunia Agrokompleks. Mulai dari level pekerja hingga level pemikir/ilmuwan, yang semua itu merupakan keunggulan Alamiah Indonesia yang telah diberikan TUHAN untuk Indonesia yang wajib disyukuri dan dikembangkan.

Bidang garap Agrokompleks pun sangat luas dan besar dari sisi produksi budidaya (tanaman, perikanan darat, ternak), kehutanan dan tangkapan (laut) hingga industri pengolahan hasil pertanian. Mulai Industri sarana penunjang produksi (pupuk, benih, pestisida dll) hingga Industri penunjang Agrokompleks (alat dan mesin pertanian, kapal-kapal penangkap ikan dll).

Bidang Jasa meliputi Jasa pendidikan, konsultan, training, finance hingga jasa media informasi serta bidang Trading di semua sektor yang terkait. Mengingat jumlah populasi umat manusia ke depan yang bertambah besar tentu merupakan aspek pasar yang luar biasa.

Secara filosofi bidang Agrokompleks adalah bidang yang mendasar bagi kehidupan umat manusia sehingga sampai kapanpun tidak akan pernah habis potensinya dan akan selalu dibutuhkan oleh umat manusia dalam kondisi apapun (baik aman atau perang, baik makmur atau krisis). Indonesia 70% Masyarakatnya masih bergerak baik langsung maupun tidak langsung dengan bidang AGROKOMPLEKS sehingga jika yang mayoritas ini (70%) maju akan mempunyai efek multiplayer yang besar bagi kemajuan bangsa. Dengan demikian maka AGROKOMPLEKS adalah bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka membawa Indonesia Makmur Raya Berkeadilan sekaligus menjadi bidang yang dapat menjadi “modal” dan “benteng” bangsa dalam era globalisasi.

Negeri ini adalah cuilan surga yang jatuh ke bumi. Subur makmur gemah ripah loh jenawi. Thukul kang tanpa tinandur. Tanah ini tanah surga. Tongkat kayu yang jatuh jadi tanaman. Tetapi mengapa kita mengimpor beras, mengimpor kedelai mengimpor susu mengimpor jagung mengimpor apapun yang seharusnya berlimpah ruah di tanah ini?

Di sektor produksi masih belum memenuhi aspek K-3 (Kuantitas - Kualitas - Kelestarian) sebagai acuan pokok apapun jenis kegiatan produksi di Agrokompleks. Produksi (bobot panen) kita masih rendah, kualitas (rasa, warna, aroma, keawetan hasil panen, keamanan dari zat-zat berbahaya bagi kesehatan dll) belum tercapai dan kelestarian lingkungan masih terabaikan. Dari Sisi Sumber Daya Manusianya (petani) masih lemah di sisi Pola pikir, Mental dan Motivasi, Keilmuan dan Modal selain juga masih rendahnya kerjasama antara pihak-pihak terkait seperti pelaku agrokompleks (petani, pengusaha), pemerintah dan lembaga-lembaga terkait lainnya (institusi penelitian, intitusi pembiayaan, LSM dll).

Jika semua hal tersebut dalam era globalisasi ini tidak segera mendapatkan perhatian maka Indonesia akan kehilangan salah satu bidang yang sangat potensial untuk dijadikan “senjata” dalam “perang” jenis baru yaitu Globalisasi ekonomi dunia. Para petani (tanaman, ternak, ikan) dan semua pihak yang berkait dengan dunia Agrokompleks akan menjadi “korban” keganasan Arus Globalisasi dunia padahal mereka merupakan bagian mayoritas masyarakat Indonesia sehingga sedikit banyak akan bepengaruh pula pada kestabilan Indonesia sebagai sebuah Negara. Hal mendasar yang diperlukan adalah konsep dan system yang dapat meningkatkan/memperbaiki Agrokompleks agar aspek K-3 tercapai sekaligus “meng-up grade” atau meningkatkan kualitas SDM.

Apakah Anda berkenan untuk ikut berperan memajukan dunia agrokomplek negeri ini bersama kami?

Kritik, Saran dan Pertanyaan Seputar Pupuk Organik Natural Nusantara

Distributor PT Natural Nusantara - Banyak orang menanyakan tentang Pupuk Pertanian PT Nasa, kegunaan dan cara mendapatkannya. Sering saya di SMS orang yang menanyakan tentang pupuk ini. Jika anda menginginkan jawaban yang lebih jelas disertai cara teknik penggunaannya, silahkan hubungi kami SMS atau TELP. H Ahmad Annor Silver Manager PT Natural Nusantara. HP 0857 6480 8887 - 0878 3910 6976. Alamat: Wirokerten RT 07 Wirokerten Banguntapan Bantul 55194 Yogyakarta.

Tanya Jawab Seputar Pupuk Natural Nusantara

 

1. Tanya : Untuk apa saja penggunaan POC NASA dan POP SUPERNASA?
Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA dipergunakan untuk pertanian (semua jenis tanaman pangan, holtikultura (buah, sayur, tanaman hias), tanaman tahunan/perkebunan, perikanan (kolam, tambak) dan peternakan (unggas dan ternak).

2. Tanya : Mengapa tanaman membutuhkan POC NASA dan POP SUPERNASA?
Jawab : Tanah-tanah di Indonesia menunjukkan gejala semakin keras akibat penumpukan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah yang tidak hancur dan terikat selama puluhan tahun. Tanah yang keras akan menyebabkan pemberian pupuk tidak dapat optimal diserap oleh tanaman selain perkembangan akar tanaman akan terganggu. Pupuk NASA akan melarutkan sisa pupuk kimia tersebut sehingga tanah kembali menjadi gembur kembali selain sisa pupuk kimia tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman. Selain itu, tanah-tanah kita kekurangan 10 unsur hara essensiil (mutlak/wajib dibutuhkan tanaman) karena selama ini hanya 3 jenis unsur hara essensiil saja yaitu Urea (N), TSP/SP-36 (P) dan KCl (K) yang sering diberikan, sedangkan tanaman untuk tumbuh akan menyerap paling tidak 13 unsur hara essensiil dan setelah panen tentu 13 jenis unsur hara kan hilang dari lokasi penanaman bersama dengan hasil panen yang diangkut ke luar areal penanaman. Kondisi ini di Indonesia sudah berlangsung puluhan tahun sehingga mudah dimengerti jika tanah-tanah kita kekurangan terutama 10 jenis unsur hara essensiil. Penggunaan pupuk NASA bersama dengan N, P dan K secara berimbang akan mengatasi masalah tersebut.

3. Tanya : Apa bahan baku POC NASA dan POP SUPERNASA dan proses pembuatannya?
Jawab : Bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan serta “bumbu-bumbu” alami lainnya yang diproses secara alamiah selama 4 bulan hingga jadi.

4. Tanya : Apa kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA?
Jawab : Kandungan unsur POC NASA dan POP SUPERNASA terdapat ± 90 unsur mengingat bahan bakunya yang mengandung ± 90 unsur tetapi yang dicantumkan hanya 13 jenis unsur makro dan mikro (merupakan unsur yang mutlak/wajib dibutuhkan oleh semua tanaman yaitu unsur N, P, K, Mg, Ca, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Zn, B dan Mo), dilengkapi juga asam humat dan fulvat (perbaikan tanah), Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA)/Auksin, Giberelin dan Sitokinin serta asam-asam amino (protein) dan lemak nabati.

5. Tanya : Apa guna 13 jenis unsur hara?
Jawab : 13 jenis unsur hara merupakan “4 sehat 5 sempurna”-nya tumbuhan. Untuk tumbuh dan berproduksi dengan sempurna, tanaman mutlak (wajib) mendapatkan 13 jenis unsur hara. Kekurangan satu jenis saja sudah akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produksi.

6. Tanya : Apa peran Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)/hormon pada tanaman?
Jawab : Fungsi penting ZPT adalah untuk proses pembentukan perakaran, mempercepat pertumbuhan tanaman, merangsang tanaman berbunga dan berbuah serta mencegah/mengurangi tingkat kerontokan bunga dan buah.

7. Tanya : Apa peran humat dan fulvat?
Jawab : Peran humat dan fulvat adalah untuk melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah), sebagai pelarut TSP/SP-36, membantu menstabilkan pH, mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah, juga akan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah.

8. Tanya : Apa peran asam-amino (protein) dan lemak nabati?
Jawab : Peran asam amino dan lemak nabati adalah untuk memacu tingkat produksi unggas, ternak dan ikan sekaligus mengurangi tingkat kematian. Selain asam-amino dan lemak nabati Pupuk NASA juga mengandung mineral-mineral alam selain 13 unsur hara seperti Na, Cl, Si, Mo, Cr, V dan As yang dibutuhkan juga oleh unggas/ternak dan ikan.

9. Tanya : Apa perbedaan POC NASA dan POP SUPERNASA?
Jawab : Kandungan unsur makro dan mikro, humat dan fulvat POP SUPERNASA lebih tinggi dari POC NASA sehingga POP SUPERNASA untuk disiramkan (tidak disemprot ke tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi penggunaan pupuk makro lebih banyak (25% – 50%) daripada POC NASA (12,5% – 25%). Pelepasan unsur hara POP SUPERNASA bersifat slow release (bertahap) dibanding POC NASA. POP SUPERNASA mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam memperbaiki tanah rusak dibandingkan POC NASA. Guna dan Gejala masing-masing unsur hara dapat dilihat di belakang.

10. Tanya : Apakah POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK harus dipergunakan bersama-sama?
Jawab : POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK tidak harus dipergunakan sama-sama tetapi jika dipergunakan bersama-sama akan lebih optimal.

11. Tanya : Bagaimana penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK pada tanaman semusim?
Jawab :
  • Jika dipergunakan bersama-sama, maka POP SUPERNASA disiramkan sebelum tanam untuk pupuk dasar, POC NASA dan HORMONIK disemprotkan ke tanaman untuk pemeliharaan
  • Jika hanya menggunakan POC NASA dan HORMONIK, maka setengah dosis POC NASA disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupuk dasar dan setengah dosis sisanya beserta HORMONIK disemprotkan ke tanaman untuk pemeliharaan.
  • Jika hanya menggunakan POP SUPERNASA, maka 3/4 dosis disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk pupu dasar dan 1/4 dosis disiramkan ke tanah untuk pemeliharaan.
0857 6480 8887 - 0878 3910 6976
H AHMAD ANNOR - SILVER MANAGER
PT NATURAL NUSANTARA YOGYAKARTA

Viterna Penggemukan sapi dalam waktu singkat

 

Distributor PT Natural Nusantara - VITERNA Plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami (hewan dan tumbuhan), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :
  1. Meningkatkan kuantitas (peningkatan Average Daily Gain /ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam) - kualitas daging (mengurangi kandungan kolesterol) - kesehatan ternak (mempertinggi daya tahan tubuh terhadap penyakit) semuanya merupakan Aspek K-3.
  2. Memacu enzim - enzim pencernaan ternak.
  3. Memberikan mineral - mineral esensial maupun non esensial.
  4. Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk pertumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb.).
  5. Menambah kandungan asam - asam lemak didalam rumen / lambung ternak.
  6. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN).
  7. Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.
  8. Meningkatkan nafsu makan.
  9. Mengurangi kandungan kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran ayam
  10. Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan
POC NASA (peternakan)

Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (aspek K- 3: Kuantitas - Kualitas- Kelestarian).
  2. Menjadikan tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
  3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).
  4. Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.
  5. Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP-36 dan KCl + 12,5% - 25%
  6. Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
  7. Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah (mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).
  8. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).
  9. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit
  10. Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing,dll), ikan serta udang.
  11. Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan/udang.
  12. Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

Bawang Merah Meningkat 75%

Bawang Merah yang saya tanam ada 2 jenis yakni jenis Lokal dan Philipine dengab luas lahan 190 are atau 1,9 Ha. Umur tanaman bawang bervariasi, yakni ada yang berumur 55 hari (di lahan seluas 80 are) dan 30 hari 35 hari (pada lahan seluas 110 are). Untuk produk NASA yang telah saya gunakan adalah pupuk seperti Super NASA, POC NASA dan Hormonik, serta Pengendali hama organik seperti PESTONA dan Virexi. Saya sudah menggunakan produk-produk NASA ini 2 kali dalam 1 tahun (2 musim tanam bawang). Dan dengan luas lahan 1,9 Ha ini saya sudah menghabiskan produk pupuknya yakni Super NASA 1 botol, Hormonik 10 botol, POC NASA 10 botol, PESTONA 10 botol dan Virexi 1 box.

Super NASA digunakan sebelum bibit ditanam. Super NASA disiramkan ke bedengan secara merata. POC NASA dan Hormonik (dosis sesuai label) disemprotkan saat tanaman mulai berumur 30 hari diulangi tiap 5 hari sekali dicampur pengendali hama alami NASA. Selain produk dari NASA lahan ini juga menggunakan pupuk makro (NPK) sebanyak 7 Kwintal. Tanaman bawang ini saya tanam pada musim kemarau, luas 80 are yang kurang air sedangkan luas 110 are agak terjamin aimya. Namun itu tidak masalah karena ternyata pertumbuhan tanaman bagus dan sehat.

Manfaat yang saya rasakan setelah saya menggunakan produk NASA diantaranyaPanen agak lebih cepat, sebelum menggunakan produk NASA panen biasanya umur 75 - 80 hari, tetapi setelah menggunakan produk NASA panen diperpendek menjadi 65 hari.Kualitas daun lebih bagus dan kuat,Umbi makin merah mengkilap, jumlah umbi rata-rata 10 - 15 umbi, padahal dulu sebelum gunakan produk NASA rata-rata hanya 5 -6 umbi saja.Perkiraan panen hampir dipastikan akan mencapai 20 ton, sebelum menggunakan produk NASA paling banyak 15 ton. Jadi dari gambaran tersebut diatas, maka dapat saya simpulkan keuntungan setelah menggunakan produk NASA jika harga 1 Kg bawang merah = Rp. 6000:Panen menggunakan NASA 20 ton       =  Rp. 120.000.000,-Panen tanpa gunakan NASA  15 ton     =  Rp.    90.000.000,-Keuntungan hasil 5 ton                      =  Rp.   30.000.000,-
Sektor pertanian pada saat sekarang menupakan saiah satu sector andalan NIB, maka dengan adanya produk NASA saya pribadi sangat berterima kasih sekali karena dapat membantu peningkatan produksi di sektor pertanian. Terima Kasih NASA

Mahdi (Petani Bawang Merah)
Ds. Jembatan Kembar, Kec. Lembar,
Kab. Lombok Barat NTB

Hanya Menambah Modal Rp. 55.000,- Panen Meningkat Rp. 920.000,-

DISTRIBUTOR PT NATURAL NUSANTARA - Jenis padi yang saya tanam IR- 64, dengan luas lahan 2000 m2. Umur padi ketika saya panen 90 hari. Produk pertanian NASA yang saya gunakan adalah POC NASA dan Hormonik. Cara penggunaan produk itu yakni dengan disemprotkan merata pada umun 15 hari, 25 hari dan 35 hari. Pada umur 15 hari dan 25 hari saya hanya menggunakan POC NASA dengan takaran 40 cc/tangki 10 liter air. Kemudian pada umur 35 hari saya menggunakan POC NASA dan Hormonik dengan dosis 40cc dan 30cc dicampurkan dalam 10 liter air.

Sampai panen produk NASA yang saya gunakan hanya 1 botol POC NASA dan 1 botol Hormonik. Seperti biasa selain menggunakan produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kandang sebanyak 1 ton (10 kwintal), hijauan daun dan urea sebanyak 15 kg.

Setelah saya menggunakan pupuk produk NASA, anakan padi semakin bertambah banyak. Jika dulu sekitar 15 anakan kini bisa menjadi 22 anakan. Pertumbuhan tanaman- lebih serempak. Bulir padi per malai yang menggunakan produk NASA mencapai 156 bulir, sedangkan yang tidak menggunakan produk NASA hanya 96 bulir.

Perhitungan kenaikan hasil panen bisa dilihat untuk 5 m2, dimana yang menggunakan produk pertanian NASA mendapatkan 6,3 kg, sedangkan yang tidak menggunakan produk pertanian NASA tiap 5 m2-nya hanya mendapatkan 4 kg, jadi ada selisih tambahan 2,3 kg
Hanya dengan menambah 1 botol POC NASA dan 1 Botol Hormonik senilai Rp. 55.000 untuk luasan 2000 m2 ada tambahan 4,6 kwintal. Sungguh hasil yang luar biasa. Dengan harga per kg Rp. 2000,- maka saya mendapatkan tambahan hasil Rp. 920.000,-. Mari kita gunakan pupuk produk NASA untuk meningkatkan hasil panen yang lebih melimpah. Terima Kasih NASA

Sukmono
Desa Sumbergiri Kec. Ponjong
Kab. Gunung Kidul - DIY

Bobot Semangka Makin OKE ..!!


Distributor PT Natural Nusantara - Kesaksian Bapak Syukur, salah seorang petani dari Desa Wonoroto – Purworejo telah beberapa kali musim mencoba menanam semangka, selama itu pula ia menginginkan hasil yang memadai, tetapi dalam kurun waktu tersebut, ia belum mendapatkan hasil seperti apa yang diharapkannya. Namun setelah mencoba menggunakan beberapa produk pertanian PT. NASA seperti SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK dan PESTONA hasil yang diinginkan itu kini sudah mulai terwujud dengan semestinya.

"Lahan tanaman semangka ini seluas satu hektar dengan jumlah tanaman 4500 batang, pada saat sekarang tanaman sudah berumur 50 hari yang nanti akan dipanen seminggu lagi", kata Pak Syukur. Lebih lanjut ia menjelaskan,"Dahulu pertumbuhan tanaman semangka kurang begitu bagus, selain itu mudah terkena hama dan penyakit", Tambahnya,"Tetapi setelah menggunakan beberapa produk PT. NASA diantaranya SUPERNASA, POC NASA, Hormonik dan PESTONA, tanaman tumbuh dengan baik dan hijau segar, serta hama dan penyakit tidak ada sama sekali". Dirinya menjelaskan bahwa penggunaan beberapa produk tersebut yakni 1 botol SUPERNASA digunakan untuk luas satu hektar pada pengocoran tahap awal, sedangkan perlakuan produk lainnya seperti POC NASA dosis 20cc : Hormonik dosis 10cc : PESTONA dosis 20cc dilarutkan kedalam 14 liter air selanjutnya disemprotkan ke tanaman dengan interval penyemprotan 4 hari sekali.

Sampai dengan hampir masa panen ini ia sudah menghabiskan 1 botol SUPERNASA, 8 botol POC NASA, 4 botol Hormonik dan 4 botol PESTONA. Hasil penggunaan produk-produk tersebut sangat membanggakan, ini terlihat dari bentuk buah semangka lebih besar dan bobotnya lebih berat. Ketika salah satu buah semangka ada yang dibelah dijadikan contoh, terlihat bagian dalam buahnya amat merah dan ketika dicoba dimakan rasanya sangat manis. Hal ini berbeda ketika ia belum menggunakan produk pertanian PT. NASA. Dirinya membandingkan sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA, dimana tanaman semangkanya memiliki daun yang kering dan sering kena serangan hama penyakit, buahnya tidak begitu banyak dan bobotnya tidak seberat semangka yang menggunakan produk pertanian PT. NASA.

"Berat semangka yang menggunakan produk pertanian PT. NASA ini perbuahnya ada yang mencapai 17 Kg, namun secara umum rata-rata 10 Kg. Sedangkan dulu paling berat hanya berbobot 5 Kg saja" Tegasnya.

Ketika disinggung oleh Media Natural pada akhir wawancara, bagaimana tanggapan dirinya terhadap produk pertanian PT. NASA dan setelah melihat perkembangan tanamannya tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya amat bangga dengan produk PT. NASA, karena sudah jelas di pelupuk matanya hasil panen akan meningkat 70% hingga 80%. Dengan penggunaan produk pertanian PT. NASA pula, menurutnya, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar biaya pada musim-musim yang lalu, sebagai contoh pada musim lalu ia menggunakan pupuk makro menghabiskan 9 kwintal, tetapi setelah menggunakan SUPERNASA bisa ditekan hanya menjadi 4,5 kwintal saja, belum termasuk harus menggunakan pestisida lainnya untuk membasmi hama dan penyakit yang menyerang semangka seperti hama ulat dan daun semangka yang keriting yang tak kunjung sirna, tapi setelah menggunakan beberapa produk pertanian NASA tersebut hama dan penyakit tanamanpun bisa teratasi.

Kesaksian dari : Turasman Desa Wonoroto, Kec. Ngombol, Kab. Purworejo - Jawa Tengah

PRODUK NASA MERAMBAH NEGARA TETANGGA

  
Produk dan Bisnis NASA ternyata tidak saja diminati oleh warga Negara Indonesia, namun pebisnis dari negeri Jiran Malaysia rupanya juga tertarik untuk mengembangkan bisnis NASA.
Hal itu tercermin dari kunjungan 2 (dua) delegasi Malaysia dalam satu bulan terakhir. Kunjungan yang pertama dari Johor sudah diwartakan dalam Up Date info beberapa waktu yang lalu, sedangkan kunjungan yang kedua dilakukan pada tanggal 15 – 16 Mei. Kunjungan kali ini dilakukan oleh Direksi dan staf yang berjumlah empat orang dari Megamultiway Sdn Bhd. dari Alor Setar, Kedah  yang bergerak dibidang konstruksi khususnya untuk pembangunan infrastruktur pertanian.
Agenda kunjungan kali ini adalah bertemu dengan Bapak Direktur Utama NASA, Bapak Ir. Hana Indra Kusuma, MP, yang memberikan wawasan teknologi organic NASA, serta  dengan General Manager NASA, Bapak Gunawan Budiharjo, SE yang membicarakan potensi dan peluang bisnis NASA  di Malaysia.  Selama pembicaraan berlangsung, para delegasi bisnis negeri jiran tersebut didampingi oleh Leader Bapak Wahyu Juliarso dan Bapak Suryono Aji.
Selain berkunjung di Kantor Pusat, para tamu tersebut juga melihat laboratorium lahan pasir Pandansimo yang semakin membuat mereka kagum dan yakin akan kualitas produk NASA. Tidak lupa saat pulang, mereka membawa sejumlah produk NASA untuk diaplikasikan di Malaysia.
NASA GO INTERNASIONAL…

Kesaksian Petani Bawang Merah


Distributor PT Natural Nusantara - Kesaksian dari petani bawang merah yang menanam bawang merah dengan jenis bawang merah baru yang sekarang sudah berumur 120 hari. Luas lahan yang kami tanami 700 m2. Produk Pertanian NASA yang kami gunakan adalah Hormonik dan POC NASA. Penggunaan produk itu pertama kali kami lakukan ketika tanaman berumur 35 hari. Cara penggunaannya adalah setiap tangki ukuran 17 liter kami berikan dosis 40 cc POC NASA dan 10 cc Hormonik yang disemprot merata seminggu sekali. Dengan luas 700 m2 ini, Tanaman bawang merah telah menggunakan bibit 50 kg. Sedangkan pemberian pupuk makro (NP K) untuk  pemupukan, kami telah melakukan pemupukan 3 kali. Pemupukan pertama (dasar) 40 kg, pemupukan ke-2 pada umur 35 hari sebanyak 40 kg dan pemupukan ke-3 menginjak umur 50 - 60 hari sebanyak 40 kg. Jadi kalau ditotal telah menghabiskan 120 kg.

Pada tahun 1997 -1998 yang lalu, tanah-tanah pertanian didaerah ini masih terjaga kesuburannya, namun beberapa tahun terakhir ini, tanah semakin berkurang kesuburannya dengan ditandai hasil panen yang kurang memadai serta semakin banyaknya hama dan penyakit yang menyerang.

Sekitar tahun 1998, lahan dengan luas 700 m2 ini hasil panen bawang merah bisa mencapai 1750 kg (1,7 ton), namun sekarang hasilnya tidak seperti dulu lagi, bahkan dari waktu ke waktu hasil panen melorot terus. Kami rasakan hasil panen kurang memadai, bahkan tanaman kami ini pernah tidak panen, tetapi setelah menggunakan produk NASA perlahan tapi pasti, kami amati pertumbuhan bawang bagus dan sehat, optimis hasil akan dicapai seperti pada kejayaan tahun 97- 98 lalu.

Keuntungan menggunakan produk pertanian NASA diantaranya tanaman sehat, batang kuat, daun hijau segar, umbinya-pun mantap. Adapun lahan tetangga banyak diserang ulat dan terserang penyakit. Dengan menggunakan produk NASA, harapan saya muncul lagi, hasil panen kembali meningkat seperti dulu lagi.

Kadiman & Marjani
Desa Banaran Pondok Sulih,
Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar - Jawa Tengah

NAIK HAJI SETELAH PANEN CABE


     "Terima kasih pada Produk NASA, panen kali ini benar-benar sangat menguntungkan.Selain panen jauh lebih banyak,didukung harga yang tinggi dan musim mendukung,Insya Allah bisa untuk naik haji musim depan"demikian ucap Pak Supri dari Magelang.

     Pak Supri,warga dusun Tuk Songo,Borobudur,Magelang memang benar-benar beuntung.Betapa tidak,ketika panen tiba ketika harga cabe keriting di pasaran berada pada harga Rp 8000/kg,sehingga keuntungan yang didapat benar-benar terasa.Pak Supri menanam cabe seluas 8000 m2,terbagi di 4 tempat.Rata-rata per-2000 m2,ditanami 1800 batang,dengan jarak tanam 55 cm.

Selama ini Pak Supri sudah menggunakan Produk NASA sekitar 3 tahun.Adapun Produk yang dipakai adalah POWER NUTRITION, POP SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK dan perekatnya memakai AERO 810.

    Adapun cara pemakaiannya,POP SUPERNASA + POWER NUTRITION untuk penyiraman,dengan dosis 6 sdm dicampur 5 kg NPK disiramkan ke pokok tanaman 2 minggu sekali.Kemudian untuk penyemprotan,4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK + 1 tutup AERO 810,disemprotkan seminggu sekali.Selain itu,untuk pupuk dasar,Pak Supri menggunakan ZA,KCL,dan TSP total sebanyak 150 kg.

     Hasil dari penggunaan Produk NASA yang dirasakan Pak Supri diantaranya adalah maasa buah/pemetikan lebih panjang.Biasanya hanya petik 18-20 kali,sekarang bisa 26-30 kali.Selain itu,secara tonase juga meningkat,biasanya total panen hanya dapat 2 ton,setelah pakai Produk NASA bisa mencapai 2,6 ton.Dan juga kualitas buah cabe jauh lebih bagus,lebih padat,mengkilat dan panjang buah rata-rata 14-16 cm.Karena kualitasnya bagus itulah,maka harga cabe Pak Supri dibeli dengan harga tinggi oleh tengkulak.Misalnya harga pasaran Rp 8000,cabe Pak Supri dibeli dengan harga Rp 8250-Rp 8400,ada selisih Rp 250-Rp 400/kg.

    Jika dilihat dari pertumbuhan tanaman,memang dari kejauhan saja sudah tampak kalau tanaman Pak Supri ini termasuk istimewa.Betapa tidak,penampakan tanaman sangat rimbun,sehingga jika berdiri di tengah,sama sekali tidak kelihatan dari luar.Tinggi tanaman mencapai 120 cm,jika ditambah tinggi bedengan maka tingginya sama dengan tinggi orang dewasa.

     Pak Supri juga mengatakan,"Jarak antar tangkai jauh lebih pendek,sehingga memungkinkan buah lebih banyak.Buah cabe kan keluar dari cabang tangkai.Daunnya juga lebih halus,lebih tebal,Dan lebih tahan penyakit".

    "Saya benar-benar puas memakai Produk NASA ini,untuk kedepan saya akan selalu pakai Produk NASA karena sudah terbukti hasilnya di tanaman cabe saya",begitu tutur Pak Supri sedikit promosi.

Kesaksian Petani Kelapa Sawit

Modal 8 juta Untung 43,6 juta

Distributor PT Natural Nusantara - Kesaksian dari pekebun Kelapa Sawit yang sukses ”Kalau buahnya banyak seperti ini, rasanya malas pulang. Saya senang sekali”, begitu ucap Pak Susanto, pekebun kelapa sawit di Parenggean, Kab Kotawaringin Timur, Sampit, Kalteng ketika mengontrol kebun kelapa sawitnya.

Memang beberapa bulan terakhir ini, hati Pak Susanto sangat berbunga-bunga setelah melihat hasil panen kelapa sawitnya meningkat hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Panen kali ini mencapai 7,8 ton, untuk 544 tanaman pada umur 6-8 tahun yang ditanam di areal seluas 4 hektar. Biasanya, untuk luasan yang sama, Pak Susanto hanya memanen maksimal 4 ton. Berarti panen tahun ini meningkat 3,8 ton lebih banyak dari biasanya.

Hal ini tergolong istimewa mengingat lahan ini dibeli oleh Pak Susanto dalam kondisi yang kurang bagus. Selama ini, kebun kelapa sawit ini dikelola kurang maksimal, sampai-sampai untuk mengetahui jenisnya saja Pak Susanto kesulitan menjawab.

“Memang ketika saya beli, kondisinya kurang terawat, banyak yang tidak berbuah, banyak buah cengkeh yang tidak layak jual. Maksimal hanya bisa panen 4 ton. Saya sudah coba pakai dengan bermacam-macam pupuk, tapi hasilnya tetap tidak berubah. Setelah saya pakai Pupuk Produk Pertanian NASA ternyata hasilnya sangat memuaskan. Tidak ada yang sebagus produk NASA.”Demikian Pak Susanto membeberkan rahasianya.

Memang selama setahun terakhir ini, Pak Susanto menggunakan produk NASA untuk tanaman kelapa sawitnya. Produk yang dipakai adalah POWER NUTRITION, POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK. Untuk per 1 hektar lahan, Pak Susanto menghabiskan 10 POWER NUTRITION, 5 POP SUPERNASA, 10 POC NASA dan 10 HORMONIK diberikan 3 -4 bulan sekali. Produk Pertanian NASA ini ditabur dan disiramkan (jika ketersediaan air mencukupi).

Pak Susanto melihat perbedaan setelah 2 minggu pemakaian, dimana daun terlihat lebih hijau. Dan benar-benar merasakan manfaat penggunaan Produk NASA ketika mulai panen, tepatnya pada bulan ke 4 setelah pemakaian. Panen dilakukan 2 kali dalam 1 bulan. Pada bulan Februari-Juli, rata-rata Pak Susanto telah panen 7,8 ton selama 12 kali panen, total panen 93,6 ton dari biasanya hanya 48 ton. Atau dengan kata lain mendapat penambahan panen sebesar 93,6 ton – 48 ton = 45,6 ton. Secara ekonomis, penambahan keuntungan Pak Susanto sebesar 45,6 Ton X Rp 1.150 (harga kelapa sawit/pengepul) = Rp 52.440.000. Sementara untuk Produk NASA hanya menghabiskan biaya Rp 8.780.000. Total tambahan keuntungan Pak Susanto adalah Rp 52.440.000 – Rp 8.780.000 = Rp 43.660.000. Tentu hal ini sangat menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan kesejateraan petani/pekebun. Belum lagi jika kita lihat hasil panen keseluruhan yang mencapai 93,6 ton X Rp 1.150 = Rp 107.640.000, jumlah yang sangat besar. Atau rata-rata mendapat penghasilan 17.940.000 per-bulannya. Bahkan melihat perkembangan tanamannya, diperkirakan pada panen raya di akhir tahun, diperkirakan bisa mencapai 8 – 8,4 ton per 4 hektar, atau 2 – 2,1 ton perhektar. Wow…

Menurut pengamatan Pak Susanto, ada beberapa keistimewaan setelah menggunakan Produk NASA selain diatas, yaitu berat janjang jauh lebih berat, biasanya 20-23 kg menjadi 31-34 kg, daging buah lebih tebal, buah muncul terus menerus, lebih mengkilat, rendemen meningkat, bahkan ketika musim track, kebun Pak Susanto tetap produktif. Sebagai contoh,pada musim track, biasanya hanya 12 -14 kuintal per 4 hektar, ternyata setelah pakai Produk NASA masih bisa panen 2,4 – 2,8 ton. Selain itu, daun jauh lebih hijau dan segar, pelepah lebih lunak, sehingga pekerjaan memanen jadi lebih cepat, dan yang membuat kagum adalah tanah berangsur-angsur menjadi lebih gembur dan banyak cacing tanahnya, satu hal yang jarang ditemui di kebun kelapa sawit.

Jika dikaji lebih dalam, apa yang dialami Pak Susanto memang masuk akal. Kenapa panen bisa meningkat drastis sekali, dikarenakan selama ini para petani/pekebun hanya memberikan pupuk kimia saja yang mengandung komposisi unsur hara/gizi yang hanya terdiri 3-4 unsur saja. Sementara produk POWER NUTRITION, POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK mengandung sedikitnya 60 macam unsur hara/gizi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Juga mengandung ZPT/Hormon organik yang terdiri dari Auksin, Sitokinin dan Giberelin, yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses pembuahan. Selain itu,juga mengandung asam-asam organik humat dan vulvat yang mampu mengemburkan tanah dengan mengurai sisa-sisa pupuk-pupuk kimia dalam tanah. Dan khusus untuk POWER NUTRITION, memang secara khusus diformulasikan untuk tanaman berbuah, bahkan bisa untuk membuahkan diluar musim.

Hal itu dikuatkan oleh pernyataan Pak Joko Ari, selaku Petugas Pertanian, yang menyatakan bahwa di wilayah sampit sudah banyak petani/pekebun yang menggunakan Produk Pertanian NASA, dan sangat dianjurkan oleh Pak Joko Ari untuk dipakai karena sudah terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan yang lebih penting tidak merusak lingkungan karena bersifat organik sekaligus mensukseskan program Go Organik 2010.

Kesaksian Pengguna Pupuk Nasa


Tanaman Padi Tumbuh Dengan Sehat
Distributor PT Natural Nusantara - Kesaksian pengguna pupuk Nasa dari seseorang yang menanam padi dengan luas lahan 2 Ha. Jenis padi yang saya tanam varietas IR 64, saat ini umur tanaman mencapai 44 hari. Dalam budidaya padi ini saya menggunakan produk pertanian NASA seperti; POC NASA, Super NASA, PESTONA, Hormonik dan AERO-810. Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro (kimia) pada saat pengolahan tanah; Urea 75 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 50 Kg/Ha, KCl sebanyak 75 Kg/Ha, dan Kapur Dolomit sebanyak 250 Kg/Ha. Untuk pemupukan susulan I (umur 20 hari) saya berikan Urea sebanyak 50 Kg/Ha, dan susulan II (umur 35 hari) Urea juga sebanyak 50 Kg/Ha. Penggunaan Super NASA saya sebagai pupuk dasar dengan 5 botol ( 2,5 Kg) /Ha. Caranya adalah Super NASA dicampur Urea, SP 36 dan KCl (dosis seperti diatas) tanpa menggunakan air, lalu ditaburkan pada saat 1 hari sebelum tanam. Selain itu, produk NASA yang lain digunakan dengan cara disemprotkan, dilakukan pada Penyemprotan ke-1 (masa pemeliharaan umur 15 hari setelah tanam); 3 tutup POC NASA + 2 tutup PESTONA dalam 1 tangki 15 liter air. Penyemprotan ke-2, pada umur 30 hari setelah tanam dengan 4 tutup POC NASA+ 2 tutup Hormonik + 4 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO-810 dalam tangki air 15 liter. Penyemprotan ke-3, saya lakukan pada umur 45 hari setelah tanam yakni 6 tutup POC NASA + 2 tutup Hormonik, +6 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO-810 dalam tangki 15 liter air.
Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55-75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.

Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 - 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-

Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 - 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.

Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.

Zukran (Petani Padi ! Tadah Hujan)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur 

Teknik Budidaya Belut

 
1. SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.

2. SENTRA PERIKANAN
Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.

3. JENIS
Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut)
Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.

4. MANFAAT
Manfaat dari budidaya belut adalah:
Sebagai penyediaan sumber protein hewani.Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Sebagai obat penambah darah.

5. PERSYARATAN LOKASI
Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan  organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.

6.2. Penyiapan Bibit
1) Menyiapkan Bibit
a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.
c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2) Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.

6.3. Pemeliharaan Pembesaran
1) Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
2) Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3) Pemberian Vaksinasi
4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
7.2. Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).
Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.

9. PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksia. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-
d. Lain-lain Rp. 30.000,-
2) Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000
3) Keuntungan Rp. 422.000,-
4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

Tehnik Budidaya Ikan Arwana


 http://www.stockistnasajogja.com/2011/08/tehnik-budidaya-ikan-arwana.htmlBudidaya Ikan arwana bukanlah sesuatu yang mudah anda harus mempelajari beberapa tehnik atau cara untuk membudidayakan Ikan arwana ini,saya sech ga tau yang profesional tapi kalau cara budidaya ikan arwana yang dasar adalah sebagai berikut :


Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.
Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu dan kerikil dihindari karena dapat melukai ikan atau dapat tercampur pakan secara tidak sengaja.
Kolam pembesaran dibangun di area tenang dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.
 Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.
Pemberian Pakan
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari adalah 2 % dari bobot total tubuh.
 Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai dapat berenang.
Arwana betina mempunyai ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.

Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing dan sempit, mulut lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain adalah ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dalam perebutan makanan.

Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).

Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.

Panen Larva
Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun yang basah untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.
Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang dapat mencapai 25-30 ekor.

Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45×45x90 cm. Temperatur air 27-29 °C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.

Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90-100 %.

Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.

Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm dapat diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.
Sumber: Buku Budidaya Ikan Arwana

PENCARIAN TERBANYAK BLOG INI