Pestisida Penanggulangan Hama dan Penyakit Padi

Saat kita bercocok tanam di sawah maupun ladang pastinya akan ada halangan, rintangan maupun tantangannya ! Bisa kita lihat saat penyemprotan masal di lahan padi di daerah manisrenggo , klaten, jawa tengah  beberapa waktu banyak  lalu mengingatkan pada kita bahwa ternyata pada budidaya padi saat ini mulai banyak serangan  mulai hama atau penyakitnya. Wabah ini bisa wereng yang meluas  hampir di seputaran jawa bahkan sampai diluar jawa, juga walangsangit yang lain sundep, beluk juga mengintai petani sewaktu waktu. Petani juga dihadapkan pada persoalan yang lain lagi adanya penyakit potong leher, becak bergaris atau penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri lainnya.
Beragamnya berbagai pestisida dan fungisida yang beredar di lapangan cukup membuat petani bingung untuk memilih yang terbaik bagi tanamannya.

Pemakaian yang tidak sesuai takaran, pencampuran yang tidak melihat dosis anjuran, penyemprotan yang tidak sesuai standar, disamping itu harga yang lumayan tinggi menjadikan proses pengendalian dan pencegahan hama dan penyakit terkesan asal dan yang Perlakuan pestisida dan fungisida yang kurang bijaksana itu sendiri mengakibatkan hama, jamur dan bakteri makin kebal, makin sulit dikendalikan akibatnya biaya yang dikeluarkan sang petani pun bertambah dan margin keuntungan yang akan didapat jelas akan berkurang seiring dengan pembelian berbagai obat pengendali ini.

Oleh karena ini, PT NATURAL NUSANTARA memberikan solusi jitu dengan sekali semprot membantu petani mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit pada padi. Sejak jaman dahulu orang mulai bercocok tanam padi sebelum ada pestisida maka Gliocladium sp dan Beuveria bassiana memang sudah banyak dilahan kita untuk membantu mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit, namun semenjak hadirnya pestisida dan fungisida maka jamur teman petani ini juga ikut musnah.
Dari berbagai kendala yang ada ternyata sudah banyak cara yang dipakai petani namun yang terjadi seperti sekarang ini, wabah, berbagai kasus yang lain. Kembalilah ke semula, kembalilah ke dasar pengendalian bahwa alam ini diciptakan dalam bentuk keseimbangan.  Dengan menganut hukum ini maka kasus dan wabah diharapkan sudah mulai berkurang dan tidak ada lagi.

Apa itu NATURAL GLIO ? jamur Gliocladium sp dan Trichoderma dengan kandungan 10 pangkat 15 spora/gramnya mampu mencegah dan mengendalikan jamur jamur yang disebabkan oleh jamur ditanah seperti penyakit potong leher atau blast yang disebabkan oleh Pyricularia grisea, hawar daun atau kresek disebabkan Xanthomonas  campestris pv Oryzae Dye, bercak daun Cercocspora, dll.

Apa itu NATURAL BVR ? adalah jamur Beuveria bassiana, dengan kandungan 10 pangkat 10 spora per gram nya mampu mencegah sundep beluk, wereng, walangsangit dan hama lainnya dengan tidak mematikan musuh alaminya. Jadi, dengan sekali semprot, maka  hama dan penyakit pada padi serta merta tercegah dan terkendali, dengan didukung sertifikasi serta kualitas yang tidak perlu diragukan maka pemakaian NATURAL GLIO  dan NATURAL BVR sangat dianjurkan bagi petani.
NATURAL GLIO dan NATURAL BVR adalah produk berkualitas dari PT NATURAL NUSANTARA.

Management Peternakan dan Ikan


MEMAKSIMALKAN PERTUMBUHAN DAN MENEKAN ANGKA KEMATIAN TERNAK DAN IKAN, JALAN MENSEJAHTERAKAN PETERNAK
            Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan peternak adalah jumlah ternak dan ikan yang dipanen, angka kematian dan efisiensi pakan. Jumlah panen dan efisiensi pakan yang tinggi, angka kematian yang rendah pada ternak dan ikan, maka keuntungan yang akan diperoleh peternak semakin tinggi pula. Demikian pula sebaiknya, semakin tinggi angka kematian, semakin rendah jumlah ternak dan ikan yang dipanen  maka keuntungan peternak pun akan semakin berkurang, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian bahkan membawa pada kebangkrutan usaha. Oleh karena itu beberapa perusahaan inti dalam kemitaraan ayam pedaging memberikan tambahan keuntungan atau bonus kepada peternak plasma yang dapat menekan angka kematian sampai 8%.
            Jumlah panen yang rendah dan angka kematian yang tinggi pada ternak dan ikan dapat disebabkan karena beberapa hal, seperti bibit yang kurang baik kualitasnya, serangan penyakit, kebersihan kandang dan sanitasi kolam yang kurang terjaga, kesalahan manajeman pemeliharaan, pakan yang kadaluarsa dan beberapa faktor lainnya. Oleh karena itu para peternak diharapkan dapat melaksanakan panca usaha peternakan, yaitu : pemilihan bibit yang baik, pemberian pakan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan ternak dan ikan, pencegahan dan pengendalian penyakit yang kontinyu, perawatan kebersihan kandang atau sanitas kolam yang baik, peralatan kandang atau kolam yang selalu teraratur dibersihkan, dan perencanaan pemasaran yang tepat.
            PT. NATURAL NUSANTARA sebagai salah satu institusi swasta yang bergerak di bidang Agrokomplek khususnya di sektor peternakan dan perikanan memberikan solusi untuk memaksimalkan pertumbuhan ternak dan ikan, menekan angka kematian serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan pada ternak dan ikan terutama pada pengoptimalan pertumbuhan dan kesehatan ternak dan ikan sehingga diperoleh ternak dan ikan  yang pertumbuhannya cepat dan sehat. Data pengujian di lapangan, termasuk laporan para peternak ayam pedaging yang telah menggunakan produk NASA membuktikan bahwa ayam pedaging yang memakai produk NASA pertumbuhannya lebih cepat, sebagai data yaitu ayam broiler umur 35 hari sudah mencapai berat 1,9 - 2 kg dengan angka kematian yang rendah rata-rata hanya 5%.  Demikian pula dengan ternak dan ikan yang lain sebagimana tercantum dalam label terlampir di akhir artikel. Dengan hasil seperti ini, peternak tersebut mendapatkan keuntungan yang besar selain dari nilai hasil bagi usaha, juga dari tambahan bonus angka kematian dan FCR yang rendah.
            Pengaruh produk NASA terhadap rendahnya angka kematian disebabkan dari kandungan produk NASA yaitu Viterna, POC NASA dan Hormonik yang memiliki kandungan mineral dan vitamin yang tinggi, ditambah dengan protein yang terdapat pada Viterna semakin melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh ayam pedaging. Sehingga proses metabolisme dalam tubuh ayam berjalan dengan baik dan produktivitasnya akan maksimal dalam bentuk kesehatan yang prima dan produksi daging yang tinggi dalam waktu yang lebih cepat.
            Formula yang digunakan untuk mendapatkan hasil maksimal tersebut  adalah dengan menggabungkan tiga produk NASA yaitu Viterna, POC NASA dan Hormonik menjadi 1 (satu) larutan induk. Dosis penggunaannya adalah 1 tutup botol larutan induk dicampurkan pada per 10 liter air minum per hari. Satu hari cukup satu kali pemberian. Sebagai keterangan penggunaan produk NASA untuk 1000 ekor ayam pedaging dengan pemeliharaan selama 35 hari adalah 5 botol Viterna, 5 botol POC NASA dan 5 botol Hormonik.
KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA BIDANG PETERNAKAN
Komoditas Peternak Lokasi Produksi Tambahan keuntungan Produk NASA Jumlah ternak
Sebelum Sesudah
Domba pedaging Suharjo Bantul, DIY Domba kecil :
7,5 kg
Domba kecil :
9,5 kg
Nafsu makan meningkat, Pertumbuhan cepat,
Bau kotoran berkurang
Tidak ada pakan sisa

Daging setelah dipotong tidak ada gajihnya

VTN, Hormonik 40 ekor
Sapi potong Agus Magelang, Jawa Tengah Berat sapi umur
3 tahun : 600-700 kg
Berat sapi umur
3 tahun : 450-550 kg
Bau kotoran berkurang
Kesehatan meningkat
Kualitas daging yang meningkat dengan kadar protein lebih tinggi dari kadar lemaknya

VTN, POC NASA, HORMONIK 40 ekor
Jenis : Simmental dan limousin
Sapi Perah PFH Yadi Sleman, DIY Produksi susu :
12 liter/ekor/hari

Kadar lemak susu :
3,5

Total solid : 11
Produksi susu :
15 liter/ekor/hari

Kadar lemak susu :
3,9 – 4

Total solid : 12

Nafsu makan meningkat

Tidak ada sisa pakan

Bau kotoran berkurang

Setiap tahun beranak
VTN 10 ekor
Umur 30 bulan
Berat 390 – 400 kg
Ayam broiler H. Abdul Hamid Kediri, Jawa Timur Angka kematian : 25-30 Ekor/hari

Angka Afkir ayam muda : 100-200 ekor per periode

Berat ayam umur 35-37 hari : 1,7 kg
Angka kematian :
< 10 ekor/hari

Angka afkir ayam muda : < 15 ekor per periode

Berat ayam umur 35-37 hari : 1,8 kg

Pertumbuhan ayam merata

Bau kotoran berkurang, tidak menyengat
VTN, POC NASA, Hormonik 26.000 ekor
Burung Puyuh  Sarjo Kartono Sleman, DIY Produksi telur :
 800 butir/hari

Konsumsi pakan
Per 1 bulan : 15 zak
Produksi telur :
 1.300 butir/hari

Konsumsi pakan
Per 1 bulan : 13 zak

Kulit telur lebih kuat

Bau kotoran berkurang drastis
VTN, POC NASA, Hormonik 1500 ekor
Umur 5 bulan
Bebek petelur Baidowi Banyuwangi, jawa Timur Produksi Telur :
70 -  75 butir/hari

Produksi Telur :
125 - 130 butir/hari
Ukuran telur lebih besar
Bau kotoran berkurang
VTN, HRN, AMNE 150 ekor
Umur 2 tahun
Ayam Arab Arsyad Banjar, Kalsel Kematian : 45%

Umur layak saat dijual :  4 bulan

Umur mulai
bertelur :
5 bulan
Kematian : 20%

Umur layak saat dijual :  3 bulan

Umur mulai
bertelur :
4 bulan

Bau kotoran berkurang
Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh
VTN, POC NASA, Hormonik 1000 ekor
Ayam kampung Anwar Sleman, DIY Berat ayam 58 hari :
7 ons

Berat ayam 58 hari
8-9 ons

Bau kotoran berkurang
Mengurangi stress dan meningkatkan kekebalan tubuh

VTN, POC NASA 4000 ekor
Ayam Petelur Kusno Magetan, Jawa Timur Produksi telur umur ayam 6 bulan : 60%

Umur 90 hari ayam baru mulai bertelur

Umur 18 bulan ayam sudah diafkir
Produksi telur umur ayam 6 bulan : 80 %

Umur 80 hari ayam sudah mulai bertelur

Umur 18 bulan,ayam masih produktif

Kulit telur lebih kuat
Bau kotoran berkurang
Mengurangi stress

VTN 700 ekor
Ulat Sutera Syahrudin Enrekang, Sulsel Produksi kokon
 1 box = 25-29 Kg

Warna kokon kuning


Produksi kokon
 1 box = 30-40 Kg

Warna kokon putih cemerlang
Nafsu makan ulat meningkat
Kokon lebih besar dan
Keras
Kematian ulat berkurang
VTN Luas lahan
 40 are



KESAKSIAN PENGGUNAAN PRODUK NASA PADA SEKTOR PERIKANAN

Komoditas Peternak Lokasi Produksi Tambahan keuntungan Produk NASA Jumlah ternak
Sebelum Sesudah
Udang Galah Priyo Sleman, DIY Panen umur 90 hari : 75 kg

Konsumsi Pakan : 225 kg
Panen umur 90 hari :
83 kg

Konsumsi Pakan :
175 kg
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Angka kematian hanya 100 ekor sampai umur 54 hari

TON, POC NASA, VITERNA 5.000 ekor

Luas lahan :
400 m2



Udang Windu H. Syafiq Kendal, Jawa Tengah Jarang berhasil atau panen Panen 2 kuintal dari tebar udang 20.000 ekor dengan size 25, 30 dan 40

Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

TON, POC NASA 20.000 ekor

Luas lahan :
3000 m2

Lele Zainudin Magelang, Jawa Tengah Konsumsi Pakan 35.000 ekor :
52,5 zak

Angka kematian
 > 10%
Konsumsi Pakan 35.000 ekor :
 35 zak

Angka kematian
 < 3%
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

TON, VITERNA,
POC NASA, Hormonik
35.000 ekor

Lama pemeliharaan : 50 hari dari size 3-5

Gurami Suhardi Martono Bantul, DIY Angka kematian : 50%


Angka kematian :
< 10%


Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Daging lebih padat dan kuat

VTN, POC NASA, Hormonik 10.000 ekor
Size : 2-3 cm

Luas lahan :
421 m2

Patin Sabri Banjar, Kalsel Panen : 6000 ekor

Bobot saat umur
 7 bulan baru mencapai 8 ons
Panen : 8000 ekor

Bobot saat umur
 7 bulan sudah mencapai 10 ons (1 kg)
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Daging lebih padat dan kuat

Pertumbuhan lebih seragam

VITERNA,
 POC NASA,
10.000 ekor

Luas lahan :
340 m2

Ikan hias H. Barus Deli Serdang, Sumatera Utara Baru bisa panen setelah 3 bulan dipelihara



Sudah bisa dipanen setelah 2 – 2,5 bulan dipelihara Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Hasil meningkat 15-20%

Angka kemtian turun dari 100%


TON,
VITERNA
2.000 ekor

Bandeng H. Achmad Saifudin Kerawang, Jawa Barat Kepadatan ikan :
4.000 – 5.000 ekor/ha
Kepadatan ikan :
7.000 ekor/ha
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Panen : 20 ton /ha
TON,
VITERNA
POC NASA,
5.000 ekor

Luas lahan :
15 ha

Pemeliharaan :
5 bulan
Kepiting/Sangkak Saparida Lubis Langkat, Sumatera Utara Peningkatan bobot hanya 65-75 kg

Angka kematian :
5-10%

Peningkatan bobot
95 kg

Angka Kematian :
0-5%
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

VITERNA
POC NASA, HORMONIK
6.000 ekor
Ikan Emas Sukanto Tanggamus, Lampung Produksi ikan selama 40 hari :
8,5 kuintal
Produksi ikan
selama 40 hari :
10 kuintal
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

TON,
VITERNA

6.000 ekor

Luas lahan :
2.500 m2

Pemeliharaan :
40 hari
Nila Muhammad Arsyad Banjar, Kalsel Angka kematian :
50 %

Panen 1 kg isi 4 ekor butuh waktu 3,5 bulan


Angka kematian :
15 %

Panen 1 kg isi 4 ekor waktunya hanya
2,5 bulan

Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan cepat,

Penghematan pakan : 12 jala hanya butuh 120 zak

VITERNA
POC NASA, HORMONIK
7.000 ekor
Umur : 2 bulan

Luas lahan :
2.500 m2

Pemeliharaan :
40 hari
Dengan sistem Keramba Jaring Apung
Pembenihan lele Tahmid Bantul, DIY Pemeliharaan
1 minggu hanya menghasilkan
1 ukuran  (size 2-3)



Induknya menghasilkan telur 50.000 bibit telur
Pemeliharaan
 1 minggu menghasilkan
2 ukuran  (size 2-3 dan 3-5)


Induknya menghasilkan telur 70.000 bibit telur
Nafsu makan meningkat,

Pertumbuhan lebih cepat

Angka kematian kecil
POC NASA,
HORMONIK
Jumlah kolam : 10 unit

Ukuran kolam pembenihan : 3 x 3 meter

Jenis Induk : Paiton

Jenis Pejantan :
Sangkuriang















10th NATURAL NUSANTARA ANNIVERSARY


Informasi Pendaftaran Hubungi Ahmad annor Hp: 085764808887 | PIN BB 2240584F

PENCARIAN TERBANYAK BLOG INI